Dwi Ditha Putri

Dwi Ditha Putri
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, April 19, 2020

My Love Fantasy


Hey there! It’s midnight here. So, it's time for 1am thoughts, which is “halu” and fantasizing unrealistic love story haha.

Tuesday, September 17, 2019

Dear my future husband,


Dear my future husband,
Aku ingin menikah denganmu, my Mr. Right Guy.
Kau tidak harus menjadi sempurna.
Cukup jadi seseorang yang membuatku merasa nyaman.

Saturday, June 3, 2017

Pernahkah kau merasa gelisah?

Hasil gambar untuk worry at the night
Pernahkah kau merasa gelisah?
Cukup seringkah kau merasa gelisah?
Atau bahkan kau selalu merasa gelisah?

Pernahkah kau merasa masalah selalu datang bertubi-tubi?
Masalah  yang membuatmu gelisah, yang padahal begitu sepele.
Masalah yang sebenarnya masih bisa diatasi jikalau hati tenang.

Sunday, May 21, 2017

Berkepribadian ganda?


Terkadang, aku adalah putih.
Tapi terkadang, aku adalah hitam.
Terkadang, aku suka cahaya.
Tapi terkadang, aku suka kegelapan.
Berkepribadian gandakah aku?

Saturday, July 2, 2016

Berani?


Dulu saya pikir, mereka semua baik. Dulu saya pikir, ini semua karena mereka peduli.

Monday, February 15, 2016

Puisi Seorang Secret Admirer berjudul "Mencintai Diam Diam"

Hi, guys! Kali ini aku ingin nge-share Puisi. Puisi ini aku ambil (atau rangkai?) dari cerpen karya temanku sendiri, Apricilia Ahmadiyah yang berjudul Serenada Cinta. Untuk isi cerita, langsung saja klik Judulnya. Selamat ber'baper'ria :) Untuk puisinya, langsung saja cekidot…

Thursday, January 22, 2015

Baca Saja

Baca saja ini.
Isi hati yang tak jelas.
Tak jelas dimana asalnya.
Tak jelas apa tujuannya.

Ayolah.
Tak seharusnya hari pertama, aku begitu
Tak seharusnya hari kedua, aku begitu
Tak seharusnya hari ketiga, aku begitu
Tak seharusnya hari keempat, aku begitu

Wednesday, December 17, 2014

Sejenak Menyaksikan (Puisi)

Sejenak Menyaksikan
Cipt. Dwi Ditha Putri

Sejenak, berpaku tangan.
Menyaksikan udara menari riang.
Percuma, untuk apa?
Tak ada mata yang bisa.

Sunday, December 14, 2014

Mengapa? (Puisi)

Mengapa?
Cipt. Dwi Ditha Putri
Mengapa aku hanya disini?
Haruskah aku kesana?
Haruskah aku mencoba maju?
Haruskah aku memulai memori itu?

Ku Sakit (Puisi)

Ku Sakit…
Cipt. Dwi Ditha Putri

Mataku sakit…
Merah mataku karena debu-debu itu menyapu, tanpa kasih.
Pedih mataku karena silau dan panas itu menikam, tanpa perasaan.
Tak sanggup lagi untuk menatap yang seharusnya kutatap.

Sunday, May 4, 2014

Contoh Puisi Cinta yang Berjudul Retorika Cinta

Retorika Cinta (Cipt. Afifah Nur'aini)

Terduduk aku di taman kota 
Pandangi hilir mudik para pasangan muda 
Berkawan duka berselimut luka 
Termenung merenung tak jelas arahnya 
Kubayangkan kejadian lalu 
Saat kita masih sering bertemu 
Masih ingatkah kamu?


Contoh Puisi Cinta yang Berjudul Perihal Menunggu

Perihal Menunggu (Cipt. Syafira Eka Noviatri)
Butuh waktu yang tak sebentar bagi diri untuk menerbangkan segenggam kemungkinan
Butuh waktu yang tak sebentar untuk menyadari bahwa satu-satunya jalan adalah dengan membiarkanmu pergi
Butuh waktu yang tak sebentar untuk merasakan tanpa sanggup mengatakan

Tuesday, November 27, 2012

Acara-acara perpisahan kelas 9



NASKAH ACARA
DAN
SUSUNAN ACARA
GURU PEMBIMBING : HARTATI T.H.
DARI
KELOMPOK
D’DIL
DISUSUN OLEH

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...